Rabu, 20 Januari 2010

MACAM-MACAM MUSEUM

MUSEUM SONOBUDOYO
Di Museum Sonobudoyo ini mempunyai koleksi terlengkap setelah Museum Pusat yang ada di Jakarta. Bangunan dengan arsitektur jawa in dibangun tahun 1935.

Di dalamnya terdapat barang – barang tembikar dari zaman Neolitikum, arca – arca dan benda-benda perunggu dari abad VIII sampai abad X yang merupakan kelengkapan dari candi – candi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah .

Jam Operasional Museum
Selasa sampai Kamis pukul 08.00 – 13.00 WIB
Jumat pukul 08.00 – 11.00 WIB
Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB
Minggu pukul 08.00 – 12.00 WIB
Senin dan hari besar atau libur nasional tutup



MUSEUM ADAM MALIK
Museum ini merupakan bekas rumah kediaman almarhum Adam Malik seorang diplomat dan mantan Wakil Presiden .

Dalam museum ini tersimpan berbagai koleksi beliau berupa benda-benda seni yang bernilai tinggi dari berbagai negara, seperti keramik, lukisan-lukisan, benda-benda porselin dan berbagai kerajinan tradisional.

Selain itu juga terdapat koleksi beliau yang berupa peralatan fotogrami dari berbagai model.

Dibuka setiap hari kecuali Senin:
Selasa s/d Sabtu : Pukul 09.30 – 15.00 WIB.
Hari Libur/Minggu : Pukul 09.30 – 16.00 WIB.

Bertempat di :
Jalan Diponegoro 29
Tel : 021 - 3193-7403


MUSEUM BAHARI
Bangunan yang didirikan tahun 1652 dan semula berfungsi sebagai gedung rempah-rempah ini pernah beberapa kali mengalami perubahan.

Hal ini bisa dilihat pada pintu-pintu masuk, diantaranya tahun 1718, 1719 dan 1771. Dulu, gudang ini disebut " Westzijdsch Pakhuizen " (gudang-gudang bagian barat sungai). Pada Tanggal 7 Juli 1977, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin meresmikan bangunan ini sebagai Museum Bahari.

Bertempat di :
Jl. Pasar Ikan No. 1
Jakarta Utara
Tel : 021 - 669 3406


MUSEUM KEPRAJURITAN INDONESIA
Untuk mewujudkan gambaran semangat oleh yudha keprajuritan bangsa Indonesia dalam menghadapi kolonialisme asing khususnya pada abad ke tujuh sampai ke sembilan belas, didirikanlah Museum Keprajuritan Indonesia. Gedung Museum Keprajuritan Indonesia dibangun dengan bentuk benteng bersegi lima, dikelilingi perairan yang melambangkan pertahanan bangsa dan cara menangkal segala bentuk ancaman.

Bertempat di :
Jl. Pondok Gede Komplek TMII
Jakarta Timur
Tel : 021 - 840 1080


TOKO MERAH
Sebutan "Merah" ini karena sebagian besar hiasan dalam gedung berwarna merah dan bergaya Cina. Bangunan ini didirikan pada tahun 1730 sebagai tempat kediaman Gubernur Jenderal VOC yang beranama Baron Van imhof. Pada tahun 1743-1755 gedung ini dijadikan Akademi Angkatan Laut. Setelah itu bangunan ini beberapa kali berganti pemilik, terletak di Jalan Kali Besar, Jakarta Barat.

Jl. Kali Besar
Jakarta Barat


PASAR ANTIK JALAN SURABAYA
Bicara soal barang antik, Jalan Surabaya hampir bisa dipastikan tiak bisa lupat dari perbincangan. Tempat ini telah menjadi salah satu pusat jual-beli barang antik di Jakarta.

Pasar barang antik di sepanjang jalan ini telah ada sejak 30 s/d 40 tahun yang lalu. Pertama-tamanya hanya pedagang-pedagang keramik Cina (porselen, guci, piring-piring pajangan). Tetapi seiring perkembangan waktu banyak pedagang-pedagang yang berjualan barang-barang antik selain keramik, seperti: barang-barang logam sebagai pajangan yang biasanya disepuh oleh emas. Patung-patung, topeng yang beretnis Jawa. Bahkan ada satu toko yang mengkhususkan diri menjual kamera foto antik.

Selain barang antik, di jalan Surabaya juga banyak pedagang yang menjual barang-barang kerajinan yang dibawa dari Jawa Tengah (Jepara, Yogyakarta) serta koper-koper traveller dan kotak besi besar.

Harga untuk barang-barang antik yang dijual, dimulai dari 5.000 rupiah untuk asesoris tubuh seperti gelang s/d 5 juta untuk guci Cina yang berukuran besar. Tetapi walaupun begitu, harga-harga barang antik tersebut tidak dipatok mati, alias harga masih bisa ditawar. Dan mungkin inilah yang menjadi salah satu daya tarik tempat ini.

Pembeli barang-barang antik disana ternyata masih lebih banyak orang Indonesia, dibandingkan para ekspatariat dan turis-turis manca negara.

Pedagang mendapatkan barang-barang antik tersebut dari orang-orang yang memang sengaja menjual barang-barang dari rumahnya, yang sudah tidak dipakai lagi. Oleh pedagang barang antik barang-barang tersebut diberi “sentuhan” sedikit untuk menjadikan barang antik menjadi lebih bernilai.

Sedangkan untuk pembeli barang antik, mereka membelinya untuk perabotan, hiasan dan pajangan di rumah.


MUSEUM WAYANG
Gedung yang kini menjadi Museum, sebelumnya dibangun pada tahun 1940 sebagai kantor dan gudang Geo Wehry, selanjutnya dibeli oleh Bataviasche.

Geootschap van Kunsten en Wetenschappen yaitu Lembaga yang menangani ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia. Oleh lembaga tersebut gedung ini diserahkan kepada Stichting Oud Batavia dan pada tanggal 22 Desember 1939, dijadikan museum dengan nama Oude Bataviasche Museum.Beberapa lama gedung ini terlantar dan baru pada tahun 1957 diserahkan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia. Nama museumnya lalu dikenal dengan sebutan Museum Jakarta. Terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat.

Waktu berkunjung:
Selasa s/d Kamis : Pukul 09.00-15.00
Jum’at : Pukul 09.00-14.30
Sabtu : Pukul 09.00-12.30
Minggu : Pukul 09.00-15.00
Senin : Tutup

Bertempat di :
Jl. Pintu Besar Utara No. 27
Jakarta


MUSEUM TNI SATRIAMANDALA
Musium TNI Satriamandala terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto No. 14- Jakarta Selatan. Di Museum ini tersimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti : aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentraman, panji-panji dan lambang- lambang di lingkungan TNI, kendaraan perang seperti tank dan panser, berbagai jenis pesawat terbang peninggalan masa lalu (satu diantaranya adalah pesawat cureng yang pernah diterbangkan oleh Agustinus Adi Sucipto) serta tandu yang dipergunakan mengusung Panglima Besar Jenderal Sudirman saat bergerilya dalam keadaan sakit bergerilya melawan Belanda.

Juga terdapat 74 diorama tentang peranan TNI dalam membela Negara dari masa ke masa. Satu diantaranya adalah diorama yang menggambarkan tentang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Masih dalam kompleks MuseumTNI Satriamandala, juga terdapat, Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkan diorama saat TNI bersama-sama rakyat menumpas gerombolan separatis D/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada tahun 60-an.

Fasilitas lainnya di Museum TNI Satriamandala ini antara lain : Taman Bacaan Anak, Kios Cinderamata, Kantin serta Gedung Serbaguan yang berkapasitas 600 kursi.

"Apabila Anda ingin mengenal lebih jauh tentang peranan TNI dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia , berkunjunglah ke Museum TNI Satriamandala" .

Bertempat di :
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 14
Jakarta Selatan


MUSEUM TEKTIL
Gedung yang dibangun abad ke - 19 ini semula milik warga Prancis, kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Aziz Al Mussaw Al Katirii, seorang bangsawan yang menetap di Indonesia.
Pada masa perjuangan menyongsong kemerdekaan gedung ini dijadikan markas Pemuda Barisan Pelopor dan BKR hingga sekitar tahun 1945. Pada masa 1947 gedung ini didiami oleh Lie Sion Pin yang kemudian dikontrakan kepada Dinas Perumahan Departemen Sosial sebagai penampungan orang-orang jompo.
Pada tahun 1952, gedung ini dibeli oleh Departemen Sosial dan dijadikan Kantor Jawatan Sosial.
Pada tanggal 25 Oktober 1975, Departemen menyerahkan gedung ini pada Pemda DKI Jakarta kemudian dijadikan Museum Tekstil.
Koleksinya aneka ragam jenis tekstil dari seluruh nusantara seperti : kain batik, kain ikat, songket dan kain-kain lainnya yang amat menarik.

Bertempat di :
Jl. KS. Tubun No. 4 Jakarta




MUSEUM TAMAN PRASASTI
Mengenal prasasti tiada lain adalah mengenal hasil karya para perancang, pelukis dan pemahat berbakat yang dituangkan sebagai perwujudan dari ungkapan yang dalam dari pemesan atau penggunanya.

Sekali-kali luangkan waktu Anda ke Museum Prasasti, di kawasan Tanah Abang. Di museum terbuka ini, Anda bisa menikmati koleksi beragam prasasti yang ditata sedemikian rupa di alam terbuka, menyatu dengan taman. Dengan berbagai macam pohon pelindung yang tumbuh di sana sini, ada kenyamanan tersendiri yang terasa. Selain tentunya kekaguman atas nilai artistik dan sejarahnya.

Tidak berlebih bila kemudian tempat ini banyak dimanfaatkan sebagai obyek wisata budaya dan pendidikan, seperti pelatihan praktek fotografer, pesta taman, shooting film, pembuatan video klip dan lain sebagainya.

Dulunya Museum Prasasti adalah lahan bekas pemakaman orang Belanda, dikenal dengan nama Kebon Jahe Kober yang dibangun pada tahun 1795 dan ditutup tahun 1975 karena sudah penuh. Melihat potensi taman pemakaman ini dapat dikembangkan sebagai museum terbuka, maka pemerintah Propinsi DKI Jakarta, melakukan pemugaran serta menata kembali prasasti-prasasti batu nisan terpilih.

Koleksi yang tersimpan di dalam Museum Prasasti sebanyak 1.409, terdiri dari jenis prasasti bentuk nisan, bentuk tugu, monumen, piala, kijing, lempengan batu persegi, replika, dan miniatur. Museum ini menampilkan prasasti nisan dari beberapa nama dan tokok, antara lain tokoh pendidikan.

Terdapat nama-nama seperti DR. W.F Stutterheim, seorang ahli purbakala yang banyak melakukan penelitian dan penulisan tentang benda-benda purbakala Indonesia peninggalan jaman Hindu dan Budha; D.R H.F. Rool, pencetus gagasan dan pendiri STOVIA (Sekolah Tinggi Dokter Indonesia) yang merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran Indonesia; Olivia Mariamne Raffles, istri Thomas Stamford Raffles (Gubenur Jenderal Hindia Belanda, yang meninggal di Buitenzorg (Bogor) dalam usia 43.

Di tempat ini terdapat kereta jenazah yang digunakan untuk mengangkut jenazah dari pelabuhan ke makam Kebon Jahe Kober. Kereta jenazah ditarik oleh 2-4 ekor kuda, jumlah kuda penarik kereta ditentukan oleh status sosial keluarga yang meninggal. Terdapat juga lonceng perunggu bertiang besi dengan ketinggian kurang lebih 4 meter yang digunakan untuk membunyikan tanda bahwa jenazah telah tiba di pemakaman.

Terdapat maket makam dari berbagai propinsi di Indonesia, yang dapat bercerita tentang berbagai aspek kebudayaan. Anda juga akan melihat peti jenazah Presiden pertama Bung Karno dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat ke rumah duka untuk selanjutnya digantikan dengan peti yang telah disedikan oleh keluarga bung Karno. Selain peti jenazah bung Karno disimpan pula peti jenazah Bung Hatta yang tidak pernah dipakai oleh beliau.

Hal menarik dari dari museum ini adalah adanya tempat dalam bentuk rumah mungil untuk penyimpanan mumi yang dipakai oleh keluarga A.J.W Van Delben yang terdiri dari empat orang.


MUSEUM SUMPAH PEMUDA
Museum ini digunakan untuk melindungi dan melestarikan gedung bersejarah. Semula dimiliki oleh seorang bernama Sie Kong Liang sejak tahun 1908 sampai dengan 1934 gedung tersebut disewa oleh Pelajar Stovia (School Tor Opleding Van Inlandesh Arsen) sebagai tempat tinggal, kemudian memberi nama Indonesia Club Gebouw (JC), dari gedung ini pada tanggal 28 Oktober 1928 lahir Sumpah Pemuda.

Museum ini mempunyai koleksi antara lain Ruang Organisasi Pemuda, Ruang Tokoh Angkatan 28, Ruang Kepanduan, Ruang Kongres, Ruang W.R. Supratman dan Ruang Angkatan 66. Museum ini dioperasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1974.

Terletak di Jl. Keramat Raya No. 106.

Dibuka setiap hari kecuali Minggu dan hari libur:
Senin s/d Kamis : Pukul 08.30 – 15.00 WIB
Jum’at : Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Sabtu : Pukul 08.00 – 14.00 WIB.


MUSEUM SERANGGA
Keanekaragaman serangga Indonesia, merupakan tema pameran dan peragaan yang ditampilkan di dalam museum ini. Di Indonesia, tidak kurang dari sekitar 250.000 jenis serangga hidup di dalam dan diatas tanah. di dalam dan di atas tumbuhan. hewan dan bahkan manusia. Memang ada yang merusak tetapi tidak kalah jumlahnya yang mengasyikkan. Ada yang indah. ada yang aneh. Ada yang sangat kecil, dan ada pula yang sangat besar. Ini semuanya dapat dilihat di Museum Serangga TMII terutama kumbang dan kupu-kupu yang sangat berwarna-warni, dan kelompok serangga menarik lainnya.

Bertempat di :
Taman Mini Indonesia Indah
Tel : 021 - 8779 0120


MUSEUM SENI RUPA & KERAMIK
Gedung yang dibangun tahun 1866-1870 ini semula berfungsi sebagai Raad van Justitie ( Dewan Kehakiman Belanda ). Bangunan ini diresmikan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik oleh Presiden Soeharto pada Agustus 1976.
Koleksinya antara lain, aneka ragam karya seni lukis dari berbagai aliran mulai dari karya abstrak. Sedangkan keramik yang dipamerkan adalah keramik kuno, baik asing maupun lokak serta keramik kontemporer.

Bertempat di :
Jl. Pos Kota No. 2
Jakarta Barat



MUSEUM SEJARAH
Pesona dan daya tarik obyek wisata yang ada di wilayah Kotamadya Jakarta Barat berupa museum dan peninggalan bersejarah berarsitektur gaya Eropa maupun Cina, seperti Bangunan Langgam Cina, Bangunan Toko Merah, dll. Selain itu juga Jakarta Barat memiliki gedung yang paling tua di Jakarta yaitu Gedung Museum Jakarta yang terletak di Jl. Taman Fatahillah No. 1 di daerah Kota, serta tempat-tempat peribadatan tua seperti Masjid Angke, Gereja Katholik Santa Maria De Fatima, dll.



MUSEUM SASMITA LOKA A.YANI
Museum Sasmita Loka A. Yani terletak di Jl. Lembang No. 58, Menteng-Jakarta Pusat. Bangunannya bergaya arsitektur Indische, yang dibangun sekitar tahun 1930 pada saat pengembangan wilayah Menteng. Meseum ini semula adalah rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda/Eropa, pada tahun 1950-an dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara, kemudian di huni oleh Letjen A. Yani dalam kedudukannya sebagai periwira Tinggi TNI-AD yang jabatan terakhir Menteri/Panglima Angkatan Darat RI, Telp.3909192.

Keberadaan Museum ini terkait dengan aspek kesejahteraan Nasional maupun kesejahteraan Jakarta. Ditempat ini terjadi peristiwa dimana Menteri/Panglima Angkatan Darat, Letjen A. Yani diculik oleh gerombolan PKI dan antek-anteknya pada tanggal 30 September 1965, atau yang dikenal dengan pemberontakan G-30-S PKI.

Beliau menjadi sasaran utama kebiadapan PKI karena dianggap penghalang cita-cita PKI untuk mengkomuniskan RI. Di rumah yang sekarang menjadi Museum ini, beliau diculik dan dibunuh secara biadab oleh PKI dan antek-anteknya.


MUSEUM PURNA BAKTI PERTIWI
Di seantero Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat ini rasanya tak ada tempat lain yang lebih menarik untuk dikunjungi kecuali Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP). Maklum, museum megah ini berisi benda-benda yang punya sangkut-paut dengan mantan Presiden Soeharto.
Dalam kompleks museum seluas hampir 20 hektar itu berdiri pula rumah pribadi Soeharto, yang setelah ia lengser keberadaannya sempat dipersoalkan banyak pihak, karena nilai pembangunannya mencapai puluhan milyaran rupiah.
MPBP berisi ribuan potong barang yang semua punya sangkut dengan peran sejarah Soeharto, sejak bundel-bundel naskah pidatonya, senapan yang dipakai di masa revolusi, baju-baju dinas militer, sampai KRI Harimau, kapal perang yang digunakan dalam Operasi Mandala dan pembebasan Irian Jaya tahun 1963.
Museum ini diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1993 oleh Presiden Soeharto yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Ny Tien Soeharto, yang juga menjadi penggagas pendiriannya. Luas museum secara keseluruhan adalah 25.095 meter persegi di atas tanah seluas 19,7 hektar.
Memasuki bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng itu -melambangkan rasa syukur, keselamatan dan keabadian- pengunjung disambut dua patung Panyembrama, patung selamat datang. Patung karya seniman Dewa Made Windia sumbangan Ny Siti Hardiyanti Rukmana ini, terbuat dari lempengan uang kepeng dengan tinggi 240 sentimeter. Panyembrama adalah tarian Bali yang biasa diperagakan untuk penyambutan tamu-tamu terhormat.
MPBP terdiri atas bangunan utama enam lantai dengan tinggi 45 meter sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut terbesar. Sembilan kerucut kecil lainnya melingkari kerucut terbesar.
Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan.
Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Tetapi juga ada cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua cinderamata tersimpan dalam kotak kaca.
Di antaranya, cinderamata pemberian PM Kamboja Hun Sen dan PM Malaysia Mahathir Mohamad masing-masing berupa tempat sirih terbuat dari perak. Dari PM Belanda Lubbers berupa patung burung dara terbuat dari perak, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari berupa kerajinan perak berbentuk labu, dan Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev berupa seperangkat piring perak. Masih banyak lagi.
Cinderamata pemberian pejabat atau rekan kerja mantan Presiden Soeharto maupun Ny Tien Soeharto, semisal sebuah kerajinan batu hias berupa mangkuk persembahan istri Bupati Tulungagung. Pada cinderamata itu tertulis: "Dipersembahkan kepada Ibu Tien Soeharto dari Ny Hardjanti Poernanto".
Pengusaha Sudwikatmono mempersembahkan ukiran kayu Johar (Cassia Siamea) berupa pasangan suami-istri yang "dikerubuti" 11 anak mereka. Pada keterangan patung yang diberi nama Menbrayut karya I Ketut Modern itu tertulis: "Zaman dahulu orang percaya banyak anak banyak rejeki. Saat ini kita percaya, banyak anak banyak masalah".
Masih di Ruang Utama berbentuk lingkaran dan luas itu, terdapat replika Peraduan Putri Cina. Replika ini terbuat dari batu giok-jadeite berwarna hijau dan berasal dari Propinsi Yunan, Cina. Konon replika dengan ukuran panjang 2,77 meter, lebar 2,14 meter, dan panjang 3,04 meter itu meniru peraduan putri Cina pada masa Dinasti Sung (960-1279) dan Dinasti Ming (1384-1644).
Di Ruang Khusus, tersimpan tanda-tanda kehormatan yang pernah diberikan kepada Presiden Soeharto. Untuk menyebut beberapa, misalnya Bintang RI Adipura I yang diberikan pemerintah RI (1968), Bintang Mahaputra Adipurna (1968), dan Bintang Gerilya (1965).
Tanda kehormatan dari beberapa negara sahabat, dari Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Jepang, dan lain-lain. Di Ruang Khusus ini pula tersimpan koleksi pedang kehormatan yang di antaranya dipersembahkan oleh Pemimpin PLO Yasser Arafat dan pedang kristal dari Presiden Kroasia Franjo Tudman.
Karcis tanda masuk seharga Rp 2.000 (dewasa) dan Rp 1.000 (anak-anak), pengunjung dapat menikmati koleksi musuem ini pada hari Senin - Sabtu dari pukul 9.00 WIB hingga 16.00 WIB, sedangkan pada hari minggu, dibuka pada pukul 9.00 WIB hingga 18.00 WIB. Setiap pengunjung diantar pulang-pergi oleh empat kendaraan "jeepney" tanpa dipungut biaya lagi.

Bertempat di :
Jl. Taman Mini 1
Jakarta Timur
Tel : 021 - 840 1687, 840 1604


MUSEUM PRASASTI
Museum Prasasti ini menempati bekas lahan pemakaman orang Belanda. Pemakamana yang bernama Kebon Jahe Kober ini, pada masa kolonial luas seluruhnya 5,5 hektar. Dibangun pada tahun 1795 sebagai pengganti pemakaman yang telah penuh yang berlokasi di samping Gereja Nieuwe Hollandse Kerk (Sekarang gedung Museum Wayang).

Prasasti tiada lain wujud dari ungkapan perasaan. Goresan motif dan ornamen pada pahatan prasasti nisan seolah dapat bercerita tentang perasaan seseorang tentang saat ditinggal oleh kerabatnya menemui sang pencipta.


MUSEUM PEWAYANGAN
Jalan Raya Pintu I TMII Kav. 7
Tel : 021 - 841 6936



MUSEUM SEJARAH JAKARTA
Jl. Pintu Besar Utara No. 27
Jakarta
Tel : 021 - 692 9101


MUSEUM PERUMUSAN NASKAH TEKS PROKLAMASI
Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat. Bangunan museum ini bergaya arsitektur Indische yang didirikan sekitar tahun 1930. Saat pengembangan wilayah Menteng. Semula diperuntukan bagi rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda / Eropa. Dahulu Jalan Imam Bonjol disebut Nassau Boulevard Weg.

Pada masa pendudukan Jepang bangunan ini menjadi rumah tinggal Laksamana Maeda perwira tinggi Angkatan Laut Bala Tentara Dai-Nippon. Aspek kesejarahan yang terkandung bangunan ini ialah di tempat dimana anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ) melakukan rapat penting dalam merumuskan naskah Proklamasi pada malam tanggal 16 Agustus 1945 hingga dinihari tanggal 17 Agustus 1945. Naskah yang dirumuskan tersebut kemudian dibacakan pada pukul 10.00 waktu Jawa tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno.

Bertempat di :
Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta
Tel : 021 - 392 4259


MUSEUM OLAH RAGA TMII
Bentuknya unik, yaitu bola, yang dengan segera dapat ditebak bahwa bangunan ini berkaitan dengan olah raga. Inilah Museum Olah Raga dj TMII. Museum ini dibangun dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya olah raga bagi kesehatan jasmani dan rohani.

Bertempat di :
Jl. Pondok Gede Kompl. TMII
Jakarta Timur
Tel : 021 - 840 1685, 840 9297


MUSEUM NASIONAL
Apresiasi masyarakat Indonesia terhadap museum masih sangat rendah, terbukti Museum Nasional yang terletak di sebelah barat Lapangan Merdeka Jakarta Pusat tetap sepi dari pengunjung.

Padahal museum yang terbesar di Asia Tenggara ini dibangun oleh sebuah lembaga ilmu pengetahuan Bataviaasch Genootschap van kunsten en Wetenschappen pada tanggal 24 April 1778 dan dibuka pada tahun 1868 oleh Persatuan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia. Kemudian pada tanggal 17 Sepetember 1962, Pemerintah Indonesia mendapat kepercayaan untuk mengelola gedung tersebut dan menjadi museum pusat. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 092/0/1979 tanggal 28 Mei 1979, museum pusat ditingkatkan menjadi museum nasional.

Hingga kini, Museum Nasional memiliki 109.342 koleksi benda budaya yang terdiri dari berbagai jenis, antara lain koleksi prasejarah, arkeologi, etnografi, seni rupa, numismatikheraldik dan keramik, geografi, dan relik sejarah. Di Museum Nasional ini terdapat benda peninggalan sebelum manusia mengenal tulisan, alat-alat tenun, peralatan rumah tangga dari berbagai suku daerah tanah air, alat musik tradisional, perhiasan dan aksesoris, senjata tradisonal, tembikar atau alat keramik, porselin dari berbagai negara, emas dan sebagainya.

Salah satu penghuni Museum Nasional adalah patung nenek moyang Asmat (Mbis) dari Papua setinggi 3 meter. Merupakan sebuah tiang patung yang biasanya dipasang di muka rumah laki-laki (Yeu) orang asmat. Benda lain yang turut disimpan dan dijadikan obyek pendidikan antara lain gayung emas yang ditemukan di Wonoboyo Jawa Tengah, pelana kuda tombak-payung Pangeran Diponegoro, patung dada perunggu (Raffles) dari India dan lain-lain.

Museum Nasional ini buka setiap hari Selasa sampai dengan Minggu, mulai pukul 08.30 s/d 14.30, sedangkan untuk hari Senin dan hari besar tutup. Dengan membayar tiket antara Rp. 500 S/d Rp. 1000 anda sudah bisa menikmati koleksi benda tersebut.

Bertempat di :
Jl. Merdeka Barat No. 12
Gambir - Jakarta 10110
Tel : 021 - 381 1551, 384 0451, 382 3239


MOSEUM MONUMEN PROKLAMASI
Di tempat ini pula dahulu kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Muhammad Hatta. Sekarang tempat ini dibangun sebuah monumen yang terbuat dari perunggu seberat 1.200 kilogram dengan tinggi 4,6 meter dan bentuk patung Soekarno-Hatta ketika membacaka naskah Proklamasi.

Monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1980.

Gedung Perintis Kemerdekaan
Jl. Proklamasi No. 56
Jakarta Pusat



MOSEUM MONUMEN NASIONAL
Monumen Nasional dibangun guna mengenang semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia dari barbagai peringatan untuk menigkatkan jiwa patriotisme bangsa, yang dilambangkan dalam bentuk “nyala api nan tak kunjung padam pada puncak Monumen yang terbuat dari perunggu bersepuh emas murni seberat 35 kg.

Diruang bawah Monumen terdapat “Museum Doirama” yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dalam perjuangan menuju Indonesia Merdeka hingga masa sesudahnya. Disamping itu terdapat pula “Ruang Kemerdekaan”, dimana para pengunjung dapat menyaksikan naskah asli proklamasi kemerdekaan serta rekaman suara asli pembacaan naskah proklamasi oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan mempergunakan lift, para pengunjung dapat mencapai puncak Monumen setinggi 132 meter ini serta dapat menyaksikan panorama kota Jakarta dengan segala pesonanya. Dikawasan Monumen Nasional (Monas) setiap hari terutama hari Sabtu dan Minggu tersedia 85 Delman untuk melayani para wisatawan mancanegara dan nusantara disaat berkunjung ke sana.

Waktu Kunjungan:.
Dibuka untuk umu setiap hari jam buka loket karcis:
- Senin s/d Jumat : 08.30 s/d 17.00 WIB.
- Sabtu/Minggu/hari libur : 08.30 s/d 19.00 WIB.

Bertempat di :
Jl. Silang Monas
Jakarta Pusat


MOSEUM MOH.HUSNI TAMRIN
Museum ini menampilkan dokumen perjuangan Muhammad Husni Thamrin dan juga koleksi foto berbagai peranan gedung ini pada masa-masa perjuangan bangsa mencapai kemerdekaannya. Pada waktu itu banyak dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan pergerakan kebangsa-an oleh Organisasi Panitia Persiapan Proklamasi Indonesia, sehingga dikenal dengan nama Gedung Pemufakatan Indonesia. Satu hal yang perlu dicatat dari sederetan peristiwa digedung ini adalah diperdengarkannya untuk pertama kali lagu Indonesia Raya tanpa vokal yang dimainkanoleh sebuah orkes.

Museum ini terletak di Jl. Kenari II No. 15. Jakarta Pusat.
Tel : 021 - 325253.

Dibuka setiap hari kecuali hari Senin:
Minggu s/d Jum’at : 09.00 s/d 16.00.
Sabtu : 09.00 s/d 12.00.


MUSEUM MAHKAMAH AGUNG
Pada tahun 1809 Pemerintah Belanda membangun sebuah Istana yang menghadapi lapangan parade Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Selesai pada masa Gubernur Jenderal Du Bus pada tahun 1825. Pelaksananya adalah Ir. Tramp. Istana Weltvreden ini digunakan untuk tugas sehari-hari para Gubernur Jendral. Pada tanggal 1 Mei 1848 sebagian bangunan digunakan untuk Departemen Van Justitie (Mahkamah Agung). Sekarang seluruhnya digunakan untuk Mahkamah Agung.


MUSEUM LAYANG-LAYANG INDONESIA
Layang-layang konon berasal dari daratan Asia dan kemungkinan ditemykan di Cina kira-kira 3000 tahun silam. Dari Cina, rahasia pembuatan layang-layang secara cepat menyebar ke Korea , Jepang , India , Malaysia , dan bahkan ke Indonesia . Hingga kini, permainan layang-layang masih populer dan banyak digemari masyarakat di berbagai belahan dunia.

Di indonesia , dewasa ini perkembangan layang-layang cenderung mengarah pada bentuk modern yang memungkinkan akan berdampak kepada hilangnya layang-layang tradisional. Maka untuk melestarikan dan sekaligus mengenalkan tentang dunia layang-layang kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta; seorang penggemar layang-layang sejati : Ibu Endang Widjanarko Puspoyo mendirikan sebuah museum Layang-Layang pertama di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 21 Maret 2003 dan terbuka untuk umum.

Terletak di Jl. Haji Kemang No. 38, Pondok Labu Jakarta Selatan, Museum ini menyimpan berbagai jenis koleksi layang-layang yang berasal dari seluruh pelosok Nusantara maupun dari berbagai manca negara. Dari layang-layang jenis tradisional sampai layang-layang modern.

Fasilitas pendukung museum meliputi kegiatan pelatihan pembuatan layang-layang, pelatihan layang-layang kendali, pusat informasi kegiatan layang-layang nasional dan internasional serta kegiatan lain yang berkaitan dengan dunia layang-layang. Museum Layang-layang Indonesia dibuka untuk umum setiap hari, pk. 10.00-17.00."Kunjungi Museum Layang-Layang Indonesia dan kenali keragaman budaya, seni, serta tradisi layang-layang Nusantara".


MUSEUM KOMODO
Gedung Museum Fauna Komodo dan taman Reptilia ini memiliki bentuk bangunan yang unik yaitu menyerupai biawak Komodo raksasa. Di dalam museum ini terdapat aneka peragaan yang berkaitan dengan fauna Indonesia. Sebagai cerminan kekayaan fauna Indonesia, beraneka jenis dan habitat satwa dan binatang lainnya dipamerkan di sini

Bertempat di :
Jl. Pondok Gede Kompl TMII
Jakarta Timur
Tel : 021 - 840 9281


MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL
Bangunan ini arsiteknya bergaya neo klasik, didirikan antara tahun 1899 sampai 1902. Pada mulanya bangunan in diperuntukan bagi keperluan pendidikan sekolah Museum Kebangkitan Nasional terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 26 Kec. Senen Jakarta Pusat. Bangunan ini arsiteknya bergaya neo klasik, didirikan antara tahun 1899 sampai 1902. Pada mulanya bangunan in diperuntukan bagi keperluan pendidikan sekolah Stovia (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten) atau disebut dengan Sekolah Dokter Hindia.

Aspek kesejarahan yang menonjol dari keberadaan Museum ini adalah: di tempat ini berdiri organisasi modern pribumi yaitu “Boedi Oetomo” pada 20 Mei 1908 yang selanjutnya dicanangkan sebagai hari Kebangkitan Nasional Indonesia. Para Mahasiswa Stovia kemudian banyak yang menjadi tokoh pergerakan nasional Indonesia seperti Dokter Ciptomangunkusumo, Dokter Sutomo, Dokter Wahidin Sudirohusodo, Dokter Setiabudi (Douwes Dekker) dan lain-lain.

Bertempat di Jl. Dr. Abdulrakhman Saleh 26, Jakarta Pusat.



MUSEUM JUANG`45
Pada jaman Pemerintahan Hidia Belanda gedung ini merupakan sebuah hotel mewah bernama Hotel Scoper. Ketika Jepang menduduki Indonesia dijadikan Kantor Jawatan Propaganda dan Sendebu. Oleh Jepang kemudian diserahkan kepada para pemuda Indonesia untuk dijadikan tempat pendidikan yang akhirnya dikenal dengan nama asrama Angkatan Baru Indonesia.

Oleh para pemuda gedung ini tidak dipergunakan untuk membantu pihak Jepang, akan tetapi dijadikan tempat penggemblengan dalam rangka mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

Setelah Kemerdekaan pada tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung ini didirikan Komite Van Aksi yang bertugas mempertahankan Kemerdekaan. Pada tanggal 22 Agustus 1945 gedung ini ditetapkan sebagai Markas Pemuda. Oleh karenanya terkenal para Pemuda Menteng 31. Pada tanggal 20 September 1945 jepang mengadakan pernggrebekan dan penangkapan terhadap Pemuda Menteng 31. Sejak tahun 1974 Pemerintah DKI telah dioperasikan sebagai pelestarian warisan Budaya Bangsa terutama jixa, semangat dan nilai-niala ’45.

Museum Joang ’45 ini mengetangahkan berbagai macam koleksi berupa foto, lukisan maupun alat-alat lainnya tentang peristiwa perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan serta foto dan patung tokoh-tokoh perjuangan bangsa.

Terletak di Jl. Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat.
Tel : 021 - 3909148

Dibuka setiap hari kecuali Minggu dan hari libur :
Senin s/d Kamis : Pukul 09.00 – 15.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup.


MUSEUM ISTANA KEPRESIDENAN PURI BHAKTI RENATAMA
Museum Puri Bhakti Renatama atau lebih dikenal dengan nama Museum Istana Presiden, sebagai tempat untuk menyimpan, memelihara serta memperagakan kepada umum untuk koleksi hasil karya budaya yang tersimpan di Istana Presiden RI yang berasal dari persembahan masyarakat Indonesia, tanda mata dari negara-negara sahabat kepada Presiden RI dan Ibu Negara serta koleksi pribadi Ibu Tien Suharto.

Bangunan ini mempunyai dua tingkat:
1. Tingkat Bawah: Dwipantara (Nusantar)a memperagakan benda-benda seni dan Krida dari segenap penjuru tanah air sebagian besar benda-benda tersebut adalah persembahan rakyat Indonesia sebagai tanda kasih kepada Bapak Presiden dan Ibu Negara.

2. Tingkat Atas: Pancabhuana (Lima Buana) menampilkan benda-benda yang berasal dari Luar Negeri seagai tanda mata dari Kepala Negara lain atau Presiden, sebagai kenang-kenangan dan persahabatan kepada Presiden RI.

Dibuka hanya untuk hari Jum’at mulai jam 08.30 s/d 11.00 (dengan ijin dan perjanjian).

Keterangan:
- Setiap rombongan yang akan berkunjung, dapat membawa surat permohonan kepada Kepala Rumah Tanggal Istana Presiden.
- Berpakaian dan bersepatu, tidak mempergunakan celana Jean/T-Shirt.
- Anak-anak di bawah umur 10 tahun tidak diperkenankan berkunjuang.


MUSEUM HARRY DARSONO
HARRY DARSONO merupakan salah satu perancang terkenal Indonesia yang juga merancang berbagai busana bagi wanita ternama dunia; diantaranya pernah merancang busana yang dipesan oleh Putri Diana. Ciri rancangan Harry adalah unik, penuh hiasan bordir, payet, mutiara atau batu permata.

Museum Harry Darsono menempati rumah berlantai tiga dengan bangunan gaya baroque yang berlokasi di Jl. Cilandak Tengah No. 71 Jakarta Selatan. Di museum ini tersimpan berbagai koleksi adi busana hasil rancangan Harry Darsono sejak tahun 1970. Harry membagi koleksinya menjadi pembuatan dan penjualan busana wanita, seni berbusana, busana panggung dan busana yang tengah menjadi trend pada saat ini.

Dapat pula disaksikan lukisan pada kain sutera, lukisan bordir, tenun ikat, bahan-bahan berkualitas untuk interior dan rancangan busana sutera serta berbagai koleksi kainsutera dari Cina , Korea dan Eropa. Di museum ini terdapat ruang tamu yang nyaman dengan hiasan kain sutera dan dipadu dengan alunan suara musik klasik. Selain itu terdapat pula ruang cinema dan perpustakaan.


MUSEUM BASUKI ABDULLAH
Pada waktu penobatan Ratu Yuliana tanggal 6 September 1948 , Basoeki Abdullah berhasil menjadi pemenang sayembara melukis dengan mengalahkan 87 pelukis dari berbagai Negara di Eropa. Sejak saat itu namanya mulai dikenal oleh dunia internasional.

Dalam upaya memperkenalkan karya-karya lukisnya kepada masyarakat luas, Basoeki Abdullah mengadakan berbagai pameran baik di dalam maupun di luar negeri yang pada akhirnya membentuk dirinya menjadi salah satu seniman besar yang dimiliki bangsa Indonesia . Selain melukis, ia juga gemar mengoleksi benda-benda seni.

Museum Basoeki Abdullah pada awalnya merupakan rumah tinggal dan beralamat di Jl. Keuangan Raya No.19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan.disini tersimpan sekitar 109 koleksi lukisan yang bertemakan alam dan manusia, foto-foto kegiatan Basoeki Abdullah semasa hidup sebagai pelukis terkenal, perpustakaan pribadi dengan ± 3.000 buku-buku, ruang tidur, serta berbagai benda-benda seni koleksi pribadi berupa patung keramik, perunggu dan fiber glass. Terdapat juga koleksi lainnya seperti : topeng, senapan, samurai, dan aneka macam arloji.

Museum Basoeki Abdullah ini dibuka untuk umum pada hari Selasa s/d Kamis pukul 08.30-15.30, hari Jum'at s/d Minggu pukul 08.30-12.00, sedangkan pada hari Senin tutup.


MUSEUM BAIT QURAN & ISTIQAL
Jalan TMII Rt. 002/02
Tel : 021 - 841-6466


MUSEUM AHMAD YANI – SASMITALOKA
Museum Sasmita Loka A. Yani terletak di Jl. Lembang No. 58, Menteng-Jakarta Pusat. Bangunannya bergaya arsitektur Indische, yang dibangun sekitar tahun 1930 pada saat pengembangan wilayah Menteng. Meseum ini semula adalah rumah tinggal pejabat maskapai swasta Belanda/Eropa, pada tahun 1950-an dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara, kemudian di huni oleh Letjen A. Yani dalam kedudukannya sebagai periwira Tinggi TNI-AD yang jabatan terakhir Menteri/Panglima Angkatan Darat RI, Telp.3909192.

Keberadaan Museum ini terkait dengan aspek kesejahteraan Nasional maupun kesejahteraan Jakarta. Ditempat ini terjadi peristiwa dimana Menteri/Panglima Angkatan Darat, Letjen A. Yani diculik oleh gerombolan PKI dan antek-anteknya pada tanggal 30 September 1965, atau yang dikenal dengan pemberontakan G-30-S PKI.

Beliau menjadi sasaran utama kebiadapan PKI karena dianggap penghalang cita-cita PKI untuk mengkomuniskan RI. Di rumah yang sekarang menjadi Museum ini, beliau diculik dan dibunuh secara biadab oleh PKI dan antek-anteknya.


GEDUNG ARSIP NASIONAL
Gedung yang amat megah di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat ini dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk. Gedung yang dibangun pada abad 18 ini salah satu contoh villa pada masa itu. Pada masa-masa kemudian gedung ini acapkali berpindah pemilliknya.


AGUNG RAI MUSEUM OF ART
Jl. Pengosekan Ubud



MUSEUM NEGERI PROP.JAWA TENGAH
Koleksi yang terdapat di museum ini adalah Ornamen Mantingan. Benda ini terbuat dari batu kapur, berbentuk pola kurawal. Keistimewaan ornamen ini adanya suatu kesinambungan yang harmonis antara kesenian Hindu dan Islam.

Dan di museum ini juga terdapat Arca Kudu, yang terbuat dari dari batu, berbentuk segi empat. Arca ini berasal dari Candi Bima di Dieng.Berasal dari masa Klasik abad IX Masehi.

Alamat
Jl. Abdulrahman Saleh
Semarang


MUSEUM NYONYA MENIR
Museum ini didirikan pada tanggal 18 Januari 1984 menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu.

Lokasi
Terletak di Jl. Kaligawe
Semarang


MUSEUM KANDIL KEMILAU EMAS
Lokasi : Pulau Belimbing Kecamatan Bangkinang
Kabupaten : Kampar

Musium ini resminya baru pada tanggal 22 Mei 1988 berada di pulau Belimbing Kuok Bangkinang. Musium ini adalah sebuah rumah berbentuk rumah Adat Lima Koto Kampar yang dibangun sekitar tahun 1900 oleh almarhum Haji Hamid. Kini dalam musium ini tersimpan berbagai barang antik koleksi yang memiliki nilai sejarah seperti : Barang tembikar, Alat Pertukangan, Alat Pertanian, Alat-alat penangkap ikan, alat-alat kesenian, Alat-alat pelaminan, Alat-alat perdagangan, Alat pesta dan lain-lain.

Disamping alat-alat tersebut tersimpan pula dayung perahu dagang terbuat dari kayu yang sangat kuat berasal dari abad ke 18, serta sebuah kompas yang terbuat dari bambu yang dibuat oleh bangsa China karena angka-angka yang tertulis pada kompas tersebut ditulis dalam aksara China.

Ada dua ratus lima puluh (250) macam barang antik koleksi musium Kandil Kemilau Emas yang semuanya merupakan koleksi warisan yang telah turun temurun sebagai barang pusaka



MUSEUM KANDIL RIAU
Lokasi : Kota Tanjungpinang
Kabupaten : Kepulauan Riau

Museum ini awalnya adalah kepunyaan perorangan terletak di tengah kota Tanjungpinang, menyimpan koleksi barang-barang peninggalan sejarah kerajaan seperti : keris, tombak, baju kebesaran kerajaan dan barang-barang antik yang mempunyai nilai sejarah serta keunikan tersendiri.

• MUSEUM SIDIK JARI
Jl. Hayam Wuruk
Denpasar

• MUSEUM SENI LUKIS KLASIK BALI
Jl. Pertigaan Banda
Takmung - Klungkung

• MUSEUM RUDANA
Jl. Teges
Peliatan - Ubud

• MUSEUM PURI LUKISAN
Jl. Raya Ubud
Bali

• NEKA MUSEUM
Jl. Campuhan
Sanggingan - Ubud

• BALI MUSEUM
Jl. Letkol Wisnu
Denpasar

• MUSEUM NEGERI PROPINSI BENGKULU
Museum ini dibangun pada tanggal 1 April 1978. Awalnya museum ini menempati Benteng Marlborough. Museum ini mempunyai koleksi sebanyak 3.660 buah meliputi biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika dan keramologika.

Alamat
Jl. Pembangunan No. 08
Bengkulu

• MUSEUM NEGERI
Museum Negeri Propinsi Sumatera Barat ini dibangun tahun 1974 dan diresmikan pada 16 Maret 1977 dan diberi nama “Adityawarman”. Nama tersebut diambil dari nama seorang raja yang pernah berkuasa di Minangkabau pada jaman Kerajaan Majapahit.

Alamat
Jl. Dipenogoro
Sumatera Barat

• LUBANG JAPANG
Sebuah terowongan yang panjangnya ratusan meter dan berbelok belok, sekitar 2 meter dibawah permukaan tanah Kota Bukittinggi. Dibuat oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II. Ditempat-tempat tertentu dalam terowongan terdapat kamar-kamar.


BENTENG VAN DER CAPELIEN
Merupakan benteng pertahanan Belanda di masa Perang Padri ( 1821 - 1837 ). Saat ini digunakan sebagai Markas Kepolisian.

Lokasi
Kota Batusangkar

• MUSEUM PUTI BUNGSU
Dibangun pada tahun 1935 dengan bangunan rumah gadang asli dari masyarakat Minangkabau. Museum ini menyimpan koleksi kebudayaan Minangkabau.

• SITUS KABUYUTAN CIBURUY
Situs Kabuyutan Ciburuy bagaikan museum mini yang menyimpan benda cagar budaya. Di lokasi ini terdapat rumah adat dan benda - benda peninggalan sejarah. Salah satu koleksi yang terdapat disini adalah Goong Renteng yang menjadi cikal bakal kesenian degung sekarang.

Lokasi
Kampung Ciburuy Desa Pamalang
Kecamatan Bayongbong
Garut

• MUSEUM TIMAH
Dalam Museum Timah ini, para pengunjung akan mendapat informasi seputar Tambang Timah

Alamat
Jl. Jend. Ahmad Yani
Pangkal Pinang
Bangka Belitung




MUSEUM KAMAR PENGABDIAN RA.KARTINI
Untuk menuju ke musium sangatlah mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Banyak wisatawan yang berkunjung di sana samping mengenang sejarah Pahlawan wanita ini yakni R.A. Kartirni juga akan melihat langsung sejarah peninggalannya yakni : Tulisan asli Kartini, Kamar pengabadiannya dimana kamar tersebut sebagai tempat untuk memperjuangkan Emansipasi wanita sehingga sampai beliau diberi gelar Pahlawan Wanita

Lokasi
Desa Kuthoharjo Kecamatan Rembang


MUSEUM JAMU JAGO DAN MURI
Museum ini memiliki koleksi foto-foto, slide dan peralatan tradisional pembuatan jamu pada masa lalu. Museum ini didirikan oleh Perusahaan Jamu Jago sedangkan Museum MURI mengoleksi catatan rekor maupun prestasi luar biasa yang dimiliki orang-orang Indonesia.

Pengunjung tidak dipunggut biaya dan disini pengunjung dapat menyaksikan kesenian karawitan yang dimainkan oleh karyawan - karyawati maupun orang - orang kerdil.

Alamat
Jl. Setiabudi No. 179
Srondol
Semarang


MUSEUM RONGGO WARSITO
Merupakan Museum yang memiliki koleksi terlengkap mengenai sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Museum seluas 1,8 hektar ini buka setiap hari pukul 08.00 - 14.00 WIB kecuali hari Senin libur.

Alamat
Jl. Abdul Rahman Saleh
Semarang


MUSEUM BELITUNG
Para Pengunjung akan mendapatkan informasi mengenai Belitung, mulai dari penambangan timah hingga budaya

Alamat
Jl. Melati Tanjung Pendan
Bangka Belitung

• MUSIUM LE MAYEUR
Keindahan panorama di Pantai Sanur pernah diperkenalkan oleh seorang pelukis bernama A.J. Le Mayeur. Ia datang ke Bali tahun 1937 dan menikah dengan gadis Bali bernama Ni Polok yang berprofesi sebagai penari dan pernah menjadi model untuk lukisannya.

Sanggar Le Mayeur penuh dengan koleksi lukisan dan beragam buku - buku. Disini ada lukisan yang terbuat dari bahan goni yang mengesankan lukisan tersebut dibuat pada jaman Jepang.

Le Mayeur meninggal pada tahun 1959 di Belgia. Sepeninggal beliau meseum ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan dijadikan Museum Le Mayeur


MUSEUM PADANG GALAK
Monumen ini dibangun dengan maksud untuk memperingati korban musibah jatuhnya pesawat PANAM tahun 1972 di Grogak Singaraja. Musibah jatuhnya pesawat ini memakan korban terbesar yang pernah terjadi di Bali.

Semua korban dimakamkan di areal ini, dan kondisi mereka sudah tidak bisa diidentifikasikan.


BLANJONG PRASASTI
Hipotesa mengenai prasasti ini adalah ada kaitan dengan ekspansi Kasari Warmadewa kegurun dan Suwal. Prasasti ini merupakan sebuah tiang pilar batu dengan ukuran tinggi 177 cm dan garis tengah 62 cm. Prasasti ini ditulis dua macam hurup yaitu huruf Pre Negari menggunakan bahasa Bali Kuno, sedangkan bagian yang ditulis dengan huruf kawi menggunakan bahasa Sansekerta.

• MONUMEN PUPUTAN BADUNG
Sewaktu bertempur melawan Belanda pasukan Bali memakai pakaian kebesaran dan hanya bersenjatakan tombak dan keris. Terjadi banyak korban jiwa dan perang tersebut dikenal dengan nama " Perang Puputan ".

Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka dibangunlah Monumen Puputan Badung , oleh kerajaan Badung .

• MUSEUM NEGERI PROPINSI D.I. YOGAYAKARTA "SONOBUDOYO"
Koleksi yang terdapat di Museum ini Topeng Sang Hang Puspa Carira. Terbuat dari dari emas, berbentuk cembung, kedua matanya sipit, ujung bibir sedikit melengkung, rambut mengombak dan berkumis. Fungsi sebagai bekal kubur atau sarana upacara yang lain (caradha).

Dan Genta Bihara, yang terbuat dari perunggu lapis perak, dengan pola hias ceplok bunga, burung sedang terbang, singa yang berdiri di atas bantalan teratai/lotus. Fungsi sebagai salah satu perlengkapan upcara agama Budha

Alamat
Jl. Trikora No.6
Yogyakarta
Tel : 0274 - 37 6775, 38 5664


• MUSEUM NEGERI PROPINSI JAWA TIMUR
Koleksi yang terdapat di museum ini Sepeda Tinggi, yang dibuat pada tahun 1870. Penciptanya James Starley dan Wiliam Hilman (Inggris). Roda depan besar dengan pedal pada porosnya agar sekali putar dapat menempuh jarak yang jauh, sedang roda belakang kecil untuk sekedar hubungan. Untuk mengendarainya perlu melompat atau memanjat.

Dan disini juga terdapat Kendi Majapahit, yang terbuat dari tanah liat yang berbentuk bulat pipih, bercucuk dan mempunyai pegangan yang sekaligus berfungsi sebagai saluran masuknya air. Fungsi kendi sebagai tempat air suci "Tirta".

Alamat
Jl.Taman Mayangkara No. 6
Surabaya

• MUSEUM NEGERI PROPINSI JAWA BARAT
Koleksi yang terdapat di museum ini adalah Kereta Kencana Paksinagaliman. Kereta ini adalah kereta Kencana Kanoman Cirebon. Merupakan replika dimana bentuk ukurannya dibuat sesuai dengan aslinya.

Wadah Air Suci yang terbuat dari bahan perunggu dan berbentuk menyerupai teko. Berfungsi sebagai wadah air suci untuk upacara masyarakat Hindu Budha

Alamat
Jl. BKR No.185 Tegalega
Bandung

• MUSEUM NEGERI PROPINSI LAMPUNG
Koleksi yang terdapat di museum ini antara lain Kain Besurek. Kain Besurek terbuat dari bahan katun, dengan teknik pembuatan batik. Awalnya dipakai sebagai penutup jenazah pada upacara kematian. Perkembangan sekarang , kain Besurek juga dipakai sebagai bahan pakaian.

Dan di museum ini juga terdapat mesin cetak yang terbuat dari besi. Mesin cetak ini pada jaman revolusi dipergunakan untuk mencetak uang Republik Indonesia (ORI) bagi Residen Bengkulu.

Alamat
Jl. Pembangunan No.8

• MUSEUM LAMPUNG
Museum Lampung terletak di jalan Teuku Umar atau sekitar 15 menit dari kota Bandar Lampung. Koleksi yang terdapat di sini antara lain keramik - keramik China, Alat Musik Tradisional, Pakaian Adat dan lain sebagainya.

• MUSEUM NEGERI PROPINSI JAMBI
Koleksi yang terdapat di museum ini Arca Avalokitesvara. Merupakan Arca perunggu dengan posisi tegak di atas padma ganda.

Arca ini ditemukan di Situs Sungai Buaya kecamatan Nipahpanjang, kabupaten Tanjungjabung. Arca ini berfungi sebagai arca pemujaan.

Alamat
Jl. Urip Sumoharjo No.1
Jambi
Tel : 0741 - 62845, 63600

• MUSEUM PERJUANGAN
Jl. Slamet Riyadi

• MUSEUM NEGERI PROPINSI BALI
Koleksi yang terdapat di museum ini antara lain Kain Geringsing Kebo. Dibuat dari bahan katun, dengan teknik double ikat.Berfungsi untuk upacara adat.

Palinggihan Arca terbuat dari kayu berbentuk naga bersayap dalam sikap duduk dan kaki di atas seekor kuranaraja (kura-kura). Di punggung terdapat dua buah arca Wisnu dan Dewi Sri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar